Akan Tidak Ada Lagi Wanita Seksi di Pameran Otomotif

Jurnalotomotif.com – Ajang balap Formula 1 nampaknya bukan satu-satunya pihak yang mulai mengucapkan meninggalkan tradisi menghadirkan wanita seksi sebagai pendukung acara. Langkah yang sama pun sudah mulai menggejala di industri otomotif.

Sejumlah merek mulai menyatakan tidak akan lagi menggunakan model wanita sebagai pemanis booth di tiap pameran otomotif. Keputusan ini menandai adanya perubahan perspektif gender dalam industri yang telah lama memantik pembeli mobil pria dengan umpan wanita berbalut pakaian minim.

Dilaporkan Paultan, Minggu 4 Maret 2018, setidaknya aksi ini bakal mulai terlihat pada ajang Geneva Motor Show, pekan depan. Salah satu merek menolak menggunakan SPG seksi adalah pembuat mobil asal Korea, SsangYong. Menurutnya, para penjual atau pemanis booth nantinya akan diisi banyak model pria, dan wanita dengan pakaian sopan.

Pernyataan selanjutnya disampaikan Lexus, merek premium dari Toyota. Lexus bahkan menegaskan tidak akan menggunakan model sama sekali.

Berikutnya datang dari Fiat Chrysler Automobiles (FCA). Fiat menyatakan sudah membatalkan kontrak dengan beberapa model wanita yang sebelumnya diniatkan bakal tampil mendukung acara. Fiat khawatir akan dikritik jika tetap memboyongnya.

Perubahan Paradigma

Beberapa merek lain yang masih tetap akan menggunakan jasa wanita adalah Toyota dan Nissan. Tetapi keduanya menegaskan, para wanita itu tak akan mengumbar aurat alias berbalut pakaian sopan.

“Waktu telah berubah. Lebih masuk akal untuk menggunakan spesialis produk, karena kami menjual mobil,” kata juru bicara Nissan, Sara Jenkins.

Maraknya kampanye antigadis seksi di ajang pameran otomotif rupanya berpendekatan dari mulai banyaknya merek otomotif yang sepakat dengan pandangan gender. Terlebih Women Sport Trust, organisasi nirlaba yang memperjuangkan hak wanita di dunia turut memberi dukungan.

Sebelumnya, beberapa merek lain seperti Maserati, Jeep, dan Alfa Romeo sudah lebih dahulu meninggalkan kesan murahan itu. Mereka menampilkan model-model yang tak menonjolkan keseksian pada berbagai ajang pameran otomotif.

Selain meminimalkan sasaran objek porno aksi, dengan menghormati hak-hak wanita, mereka juga sadar dewasa kini pembeli mobil bukan cuma datang dari konsumen pria, namun wanita.

Sebagai contoh, menurut laporan, persentase wanita yang memiliki mobil di Inggris melonjak 66 persen dalam satu dekade terakhir pada 2016. Sementara itu, di Jerman –pasar mobil terbesar di Eropa– sepertiga pelanggan mobil baru merupakan wanita. Angka tersebut sedikit lebih tinggi ketimbang Prancis, yaitu 37 persen.

www.viva.co.id

Tags: #Pameran Otomotif

Must read×

Top