BMW dan Lexus Bersaing Perebutkan Kelas Premium Terlaris

Jurnalotomotif.com – BMW sempat mengklaim pada Januari lalu sebagai merek mobil mewah terlaris di dunia 2015, mengungguli pesaingnya dari Jepang, Lexus, dan kompatriot sesama Jerman, Mercedes-Benz. Kunggulan tersebut didasarkan pada data manufaktur. Tapi bila dilihat dari jumlah registrasi mobil baru, ternyata hasilnya beda.

Menurut data yang dimiliki BMW, selama 2015 penjualan produknya mencapai 346.023 unit. Sementara Lexus di posisi kedua dengan 344.601 unit, sedangkan Mercedes-Benz (di luar mobil komersial) sebanyak 343.087 unit.

(Lihat: Daftar Harga Lengkap mobil BMW)

Sedangkan menurut data yang dirilis perusahaan peneliti pasar Polk pada berdasarkan pada data registrasi mobil 2015, menghasilkan, Lexus berada diurutan pertama dengan 340.392 unit, disusul Mercedes-Benz 337.288 unit, dan BMW 335.259 unit.

Kenapa bisa ada perbedaan? Analis Tom Libby memberi penjelasan, ada dua metode penghitungan yang biasa dipakai. Pada data registrasi cenderung menghambat penghitungan penjualan mobil. Sebab menurutnya, pembelian mobil baru pada akhir tahun kemungkinan baru teregistrasi pada Januari 2016. Dari situlah perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan data manufaktur.

Lalu, dengan begitu, pertanyaan berikutnya adalah, apakah hitungan registrasi mobil pada 2015 juga menampung penjualan mobil pada akhir 2014?

Lexus menjelaskan, data registrasi adalah penghitungan lebih baik untuk mengukur penjualan ritel atau ke konsumen.

“Memimpin penjualan mobil mewah diukur dari registrasi kendaraan penting buat Lexus sebab itu merepresentasikan konsumen datang menuju diler kami,” ujar General Managaer Lexus Jeff Bracken pada pekan lalu, seperti dilansir AutomotiveNews, Senin (15/2/2016).

Kejadian Serupa 3 Tahun Lalu

Kejadian seperti ini juga pernah terjadi sebelumnya antara Mercedes-Benz dan BMW, tepatnya pada 2012. BMW mengklaim sebagai produk terlaris, sementara Mercedes-Benz unggul dalam data registrasi mobil baru.

“Sejauh yang kami peduli, kamilah pemimpin di segmen mewah,” ujar Steve Cannon, CEO Mercedes-Benz USA saat itu. “Setidaknya ketika kita bicara tentang berapa banyak mobil di tangan konsumen. Volume bisa menipu. Registrasi, belum tentu.”

 

Tags: #BMW #Lexuz #Mercedes Benz

Must read×

Top