Faisal Basri: Jangan Mimpi Indonesia Bakal Punya Merek Mobil Sendiri

Esemka


Setelah proyek mobil nasional (mobnas) dengan merek Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat) putus, kemudian muncul merek Esemka yang mana hingga  saat ini belum juga ada kejelasan. (Baca: Apa Kabar “Mobnas” Esemka?)

Faisal Basri pengamat ekonomi Indonesia mengungkapkan, jika keinginan untuk memiliki merek mobil sendiri sudah tidak relevan saat ini. Bukan pesimistis tapi Indonesia harus realistis.

“Jangan mimpi Indonesia bakal punya merek sendiri, jangan mimpi lah. Saat ini eranya global sourcing , jadi tidak ada negara berkembang bisa. Kita saat ini arahnya masih produk unggulan, nah itu tidak bisa, tapi akan lebih baik jika kita mengedepankan kegiatan unggulan,” ujar Faisal dilansir KompasOtomotif, Jumat (12/8/2016).

Faisal menambahkan, maksud kegiatan unggulan itu bagaimana mempercangih proses produksi di Indonesia, salah satunya dengan menjadi penyedia komponen mobil terbaik di dunia.

“Jadi semua komponen yang dibutuhkan produsen mobil di dunia berasal dari Indonesia. Ini akan lebih keren daripada kita berupaya keras memiliki produk mobil sendiri, tetapi hanya berjualan 100.000 unit dan tidak laku diekspor,” ujar Faisal.

“Belajar dari Malaysia, lihat malaysia, sengsara Malaysia sampai sekarang, tidak laku kendaraannya, karena teknologi cepat bergerak dan model cepat berubah,” ucap Faisal.

Faisal juga menyindir mobil Esemka, di mana dianggap tidak memiliki kapabilitas untuk membuat mobil. “Bikin bajay dulu konsentrasi, bikin bajay aja tidak bisa malah ngimpi-ngimpi mobil. Mobil Timor saja rusak. Sekarang ada SMK, anak STM bikin mobil, tidak mungkin. Bukan pesimis tapi realistis, sebaiknya kita kedepankan kegiatan unggulan,” ujar Faisal. (Baca juga: Pencipta Mobil Listrik Nasional Divonis Penjara 7 Tahun dan Denda 17 Miliar!)

“Jadi Indonesia secepatnya untuk membangun research center, untuk mengembangkan kualitas komponen, yang disesuaikan dengan wilayah tujuan ekspor. Jadi misalnya mobil untuk wilayah Asia, berbeda dengan mobil untuk Afrika, dan melakukan riset untuk menghasilkan komponen yang sesuai untuk seluruh pasar, supaya kita go globalnya cepat,” ujar Faisal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *